Skip to content

KEWARGANEGARAAN PANCASILA PENGERTIAN POKOK PANCASILA

 

Untuk mengetahui dan memahami latar belakang pemberian nama PANCASILA terhadap Ideologi

Bangsa INDONESIA maka kita berkewajiban untuk memabahas pengertian PANCASILA  tiga pende

katan yaitu :

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGI yaitu :

Dari sudut pandang tata bahasa bahwa Pancasila berasal dari bahasa SANSEKERTA , Panca artinya:

Lima dan Sila artinya: Dasar,istilah Pancasila itu sendiri adalah merupakan salah satu ajaran dari –

Agama Hindu yang menyangkut tentang ajaran moral yang meliputi lima larangan atau yang di –

Kenal dengan istilah INTERNASIONAL yaitu: FIVE MORAL PRINSIPLES atau lima aturan bertingkah

Laku berupa:

1.Dilarang mencabut nyawa orang lain (membunuh)

2.Dilarang mengambil barang orang lain (mencuri)

3.Dilarang menggauli istri/ suami orang lain (berzinah)

4.Dilarang meminum minuman keras (mabuk)

5.Dilarang makan candu/ madat (narkotika)

Ajaran Pancasila ini terdapat didalam kitab suci agama Hindu yaitu: WEDA

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA HISTORIS

Bahwa pada tanggal 1- Juni – 1945 Ir SUKARNO berpidato tanpa tek dihadapan siding BPUPKI dan

pada kesempatan itu Ir SUKARNO mengusulkan tentang rancangan  dasar Negara yang terdiri dari

lima Azas dan pada akhir menutup pidatonya juga diusulkan agar dasar Negara Indonesia pada saat

nya nanti diberi nama: PANCASILA , yaitu: yang berasal dari bahasa SANSEKERTA ; atas usulannya –

ini sidang BPUPKI secara serempak menyetujuinya

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA TERMINOLOGIS

Bahwa di negara Indonesia pernah diberlakukan 3 undang- undang dasar yaitu:

a.Dari tanggal 18- Agustus – 1945  s/d  27 – Desember – 1949 berlaku UUD 1945

b.Dari tanggal 27 – Desember – 1949  s/d  19 – Agustus – 1950 berlaku Konstitusi RIS

c.Dari tanggal 19 – Agustus – 1950  s/d  5 – Juli – 1959 berlaku undang-undang dasar sementara

   tahun 1950

d.Tanggal 5 – Juli – 1959 hingga saat ini berlaku  UUD 1945

Didalam ketiga undang-undang dasar tersebut diatas yaitu:

Didalam Pembukaan/ Mukadimahnya/ Konsiderannya terdapat rumusan dan susunan sila-sila –

Pancasila walaupun satu sama lain berbeda

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

Diera orde baru kedudukan dan fungsi Pancasila membudaya dikalangan masyarakat sehingga men

Capai 10 pengertian, namun apabila kita analisa kedudukan dan fungsi Pancasila pengertiannya –

Dapat disimpulkan menjadi 2 pengertian kedudukan dan fungsi Pancasila yaitu:

1.Kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara yang didalam hal ini Pengamalannya ber

   sifat Obyektif terkait dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku dan mengandung  –

  sanksi hokum terhadap siapapun yang melanggarnya; dalam kedudukan ini Pancasila merupakan

  sumber dari segala sumber hokum

2.Kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang didalam hal ini pengamal

   annya bersifat Subyektif tergantung kepada Individu masing- masing dan tidak mengandung –

   sanksi Hukum

   CATATAN :

   Walaupun sifat pengamalan dari pengertian kedua kedudukan dan fungsi Pancasila satu sama –

   lain berbeda maka kepada setiap warga Negara Indonesia diwajibkan untuk secara bertanggung

   jawab mau dan mampu mengamalkan nilai- nilai yang terkandung didalam Pancasila

PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT

Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu: FILOSOFIA yang memiliki asal kata Filos yang artinya –

Cinta dan Sofia yang artinya Kebijaksanaan; secara Harfiah FILSAFAT adalah: Cinta kebijaksanaan

Dan ataupun Cinta kepada Ilmu Pengetahuan

SISTEM adalah: Suatu kesatuan bagian- bagian yang memiliki fungsi- fungsi sendiri, yang saling –

ketergantungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dalam hal ini adalah: tujuan Sistem

Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat bahwa Pancasila terdiri atas bagian- bagian yaitu: sila- sila Pancasila dimana setiap sila pada hakekatnya merupakan suatu azas sendiri, fungsi sendiri, namun

secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang Sistematis atau dengan kata lain Pancasila –

merupakan : Satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh serta merupakan suatu TOTALITAS

Didalam mempelajari Filsafat sebenarnya sangatlah mudah karena setiap manusia didalam kehidup

annya tidak dapat melepaskan diri dari kegiatan BerFilsafat, dalam hal ini dapat kita simak tentang

cara berfikir FILSAFAT

1.Bila orang berpendapat bahwa dalam hidup ini Material yang Esensial dan mutlak maka orang –

   tersebut memiliki Filsafat MATERIALISTIS

2.Bila orang berpendapat bahwa kebenaran pengetahuan sumbernya adalah: Rasio maka orang –

   tersebut berFilsafat RASIONALISME

3.Bila orang berpendapat bahwa kenikmatan, kesenangan dan kepuasan lahiriah yang terpenting

   didalam kehidupannya maka orang tersebut berFilsafat EDONISME

4.Apabila orang berpendapat bahwa kebebasan Individu dalam hal ini manusia sebagai makhluk

   Individu yang bebas maka orang tersebut berFilsafat INDIVIDUALISME LIBERALISME

5.Apabila orang berpendapat bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah: mengaplikasikan –

   Nilai Religius, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan Sosial maka

   Orang tersebut berFilsafat PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM ETIKA

Bahwa apabila kita berbicara Etika maka pokok bahasannya adalah: Sekitar nilai- nilai yang bersifat

Susila atau tidak Susila

NILAI adalah Konsepsi ABSTRAK yang ada dalam diri manusia tentang apa yang baik dan apa yang

tidak baik, apa yang benar dan apa yang tidak benar,apa yang indah dan apa yang tidak indah serta

apa yang Religius dan apa yang tidak Religius

Prof NOTONEGORO membagi nilai menjadi 3 macam yaitu:

1.Nilai MATERIAL yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia

2.Nilai VITAL yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melaksanakan kegiatan

3.Nilai KEROHANIAAN yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi Rohani Manusia

Selanjutnya nilai kerohanian dibedakan menjadi:

  1. Nilai kebaikan yang berasal dari unsur Kehendak
  2. Nilai kebenaran yang berasal dari unsur Perasaan
  3. Nilai keindahan yang merupakan unsur Estetika
  4. Nilai Religius yang merupakan nilai tertinggi dan mutlak serta tergantung kepada keyakinan

Individu masing- masing

Nilai perlu ditegakkan dan didalam hal inilah kita mengenal adanya 2 norma yaitu:

1.Norma MORAL yang terdiri dari :

       1. Norma AGAMA

       2. Norma KESUSILAAN

       3. Norma KESOPANAN

2.Norma Hukum yaitu:

    Ketentuan perundang- undangan yang berlaku disuatu Negara dalam hal ini Negara Indonesia

KESIMPULAN :

Bahwa nilai dalam PANCASILA memberikan dasar- dasar yang bersifat FUNDAMENTAL dan UNIVERSAL

bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Pancasila sebagai bahan dasar dan etika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

MENGHITUNG: NILAI SEKARANG ( by Ir.Rony Ardiansyah, MT)

MENGHITUNG: NILAI SEKARANG (Present Value, PV; Present, P)

 

Sebuah proyek jembatan selama 5 tahun dapat dikerjakan dengan 3 metode kerja sebagai berikut

 

Metode I (dengan perancah tetap)

Membeli perancah seharga      $ 100000

Biaya tenaga kerja per th         $ 50000

Biaya bahan habis pakai per th            $ 5000

Pada tahun ke 3 diperlukan biaya tambahan sebesar   $ 10000

Harga jual lagi perancah                      $ 10000                                  

 

            Metode II (dengan perancah bergerak)

            Tanpa membeli alat tetapi dengan sewa alat

            Harga sewa alat per th              $ 30000  hanya pada tahun ke-1,2, & 3 saja

                        tahun ke 4 dan 5 tidak menyewa lagi karena sudah tidak membutuhkan

            Pada th ke 4 dan 5 membutuhkan biaya tambahan masing-masing  sebesar  $ 10000

Biaya tenaga kerja per th         $ 55000

            Baiya bahan habis pakai per th            $ 5000

                       

            Metode III (dengan peluncuran bertahap)

            Membeli alat peluncuran         $ 110000

            Biaya tenaga kerja per th         $ 35000

            Biaya bahan habis pakai                      $ 5000

            Harga jual lagi alat                   $ 5000

 

Manakah metode kerja yang paling ekonomis, jika i = 10%  ?

(sehubungan usia proyek yang sama, maka gunakanlah metode METODE NILAI SEKARANG)

 

Jawaban

 

Metode I

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

10000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

100000

 

1

Tenaga

50000

Bahan

5000

2

Tenaga

50000

Bahan

5000

3

Tenaga

50000

Bahan

5000

Tambahan 10000

4

Tenaga

50000

Bahan

5000

5

Tenaga

50000

Bahan

5000

 

                                            PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (I) = 100000+PV(10%,5,-(50000+5000),10000)+PV(10%,3,0,-10000)

                            = 309,797.21

 

 

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (I) = 100000 + (50000 + 5000) (P/A,10%,5) + 10000 (P/F,10%,3)-10000(P/F,10%,5)

                        = 100000  + 55000 (3,7908 )+ 10000 (0,7513) -10000 (0,6209)

                        = 309.798

 

Metode II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

 

 

1

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

2

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

3

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

4

Sewa

0

Tenaga

55000

 Bahan

5000

Tambahan 10000

5

Sewa

0

Tenaga

55000

 Bahan

5000

Tambahan 10000

 

 

                               = PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (II) = PV(10%,5,-(55000+5000),0)+PV(10%,3,-30000,0)+PV(10%,4,0,-10000)

+PV(10%,5,0,-10000)

     = 315,092.11

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (II) = 30000 (P/A,10%,3) + (55000+5000) (P/A,10%,5) +10000 (P/F,10%,4)

       + 10000 (P/F,10%,5)

                        = 30000 (2,4869) + 60000 (3,7908) + 10000 (0,6830) + 10000 (0,6209)

                        = 315.094

 

Metode III

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

5000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

110000

 

1

Tenaga

35000

Bahan

5000

2

Tenaga

35000

Bahan

5000

3

Tenaga

35000

Bahan

5000

4

Tenaga

35000

Bahan

5000

5

Tenaga

35000

Bahan

5000

 

    = PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (I) = PV(10%,5,-(35000+5000),5000)+110000

   = 258,526.86

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (I) = 110000 + (35000 + 5000) (P/A,10%,5) -5000(P/F,10%,5)

                        = 110000 + 40000 (3,7908) –5000 (0,6209)

                        = 258.527,5

 

Metode III yang dipilih karena yang paling murah.

MENGHITUNG : PERIODE (n) berkaitan dengan Payback Period, PP (n period, NPER)

 

Saat ini Bulan Januari 2000, Saudara akan mempertimbangkan untuk mempunyai modal minimum sebesar  Rp 12 juta. Saat ini diperkirakan Saudara dapat menabung sebesar Rp. 660000 setiap bulan . Apabila tingkat bunga sekarang konstan sebesar 0,85% per bulan, maka kapan Saudara akan mempunyai modal tersebut ?

 

Jawaban:

Yang ditanyakan : nilai  n

 

 

 

 

 

 

 

Modal

12.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

 

 

1

Tabungan ke 1

660.000

2

Tabungan ke 2

660.000

…dst…

 

……..

 

………

 

n

Tabungan ke n

660.000

 

 

n = NPER(rate, pmt, pv, fv, type)

   = NPER(0.85%,-660000,0,12000000,1)

   = 16.84506 bulan

 

Hitungan manual (dengan tabel)

F = Rp.660.000 (F/A, 0.85%,n)

Coba I    Jika n = 12                F = Rp. 8.300.934

Coba II   Jika n = 15                F = Rp. 10.511.311

Coba III  Jika n = 18                F = Rp. 12.778.511

Coba IV  Jika n = 17   F = Rp. 12.016.372

 

Jawabannya   n = 17 bulan

Maka jika tabungan pertama pada Bulan Januari 2000, maka tabungan ke-17 jatuh pada Akhir Bulan Mei 2001 dengan nilai F = Rp 12.016.372 atau (n) = 17 bulan sejak Januari 2000)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH-CONTOH SEDERHANA

KEPUTUSAN INVESTASI DALAM EKONOMI TEKNIK

 

 

 

 

MENGHITUNG: PEMBAYARAN atau NILAI TAHUNAN (Payment, Pmt; Annuity, A)

 

1. Pimpinan sebuah pabrik sepatu ingin memilih 2 buah mesin A dan B yang sama-sama mempunyai kecepatan produksi yang sama. Spesifikasi dari masing-masing alat tersebut adalah sebagai berikut

Mesin A           Mesin B

Harga                           $ 12000                       $ 17000

Biaya perawatan per th            $ 3500             $ 3100

Biaya pekerja per th     $ 4000             $ 3500

Nilai jual lagi               $ 1000             $ 1500

Usia ekonomis             6 th                  9 th

 

Alat manakah yang akan dipilih oleh pimpinan pabrik, jika i=10%?

(sehubungan dengan usia ekonomis yang berbeda antara mesin A dan B, maka gunakanlah METODE TH-AN EKIVALEN)

 

Jawaban

Dengan Metode Th-an Ekivalen

 

Mesin A

 

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

1000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

12000

 

1

Perawatan

3500

Pekerja

4000

2

Perawatan

3500

Pekerja

4000

3

Perawatan

3500

Pekerja

4000

4

Perawatan

3500

Pekerja

4000

5

Perawatan

3500

Pekerja

4000

6

Perawatan

3500

Pekerja

4000

 

 

                             PMT(rate,nper,pv,fv,type)

Th-an Ekiv (A) = PMT(rate,nper,pv,fv,type)

                        = PMT(10%,6,-12000,1000)+7500

                        = 10125.68

 

Hitungan manual

Th-an Ekiv (A) = 12000 (A/P,10%,6) + 3500 + 4000 – 1000 (A/F,10%,6)

                        = 12000 (0.22961)  + 7500 – 1000 (0,12961)

                        = 10125,71

 

Mesin B

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

1500

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

0

Beli alat

17000

 

1

Perawatan

3100

Pekerja

3500

2

Perawatan

3100

Pekerja

3500

3

Perawatan

3100

Pekerja

3500

4

Perawatan

3100

Pekerja

3500

5

Perawatan

3100

Pekerja

3500

6

Perawatan

3100

Pekerja

3500

7

Perawatan

3100

Pekerja

3500

8

Perawatan

3100

Pekerja

3500

9

Perawatan

3100

Pekerja

3500

 

 PMT(rate,nper,pv,fv,type)

Th-an Ekiv (B) =PMT(10%,9,-17000,1500)+3100+3500

=9441.43

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hitungan manual (dengan tabel)

Th-an Ekiv (B) = 17000 (A/P,10%,9) + 3100 + 3500 – 1500 (A/F,10%,9)

                        = 17000 (0,17364) + 6600 – 1500 (0,07364)

                        = 9441,42

 

Karena Th-an Ekiv (B) lebih murah maka dipilih Mesin B

 

 

 

 

MENGHITUNG: NILAI SEKARANG (Present Value, PV; Present, P)

 

2.      Sebuah proyek jembatan selama 5 tahun dapat dikerjakan dengan 3 metode kerja sebagai berikut

 

Metode I (dengan perancah tetap)

Membeli perancah seharga      $ 100000

Biaya tenaga kerja per th         $ 50000

Biaya bahan habis pakai per th            $ 5000

Pada tahun ke 3 diperlukan biaya tambahan sebesar   $ 10000

Harga jual lagi perancah                      $ 10000                                  

 

            Metode II (dengan perancah bergerak)

            Tanpa membeli alat tetapi dengan sewa alat

            Harga sewa alat per th              $ 30000  hanya pada tahun ke-1,2, & 3 saja

                        tahun ke 4 dan 5 tidak menyewa lagi karena sudah tidak membutuhkan

            Pada th ke 4 dan 5 membutuhkan biaya tambahan masing-masing  sebesar  $ 10000

Biaya tenaga kerja per th         $ 55000

            Baiya bahan habis pakai per th            $ 5000

                       

            Metode III (dengan peluncuran bertahap)

            Membeli alat peluncuran         $ 110000

            Biaya tenaga kerja per th         $ 35000

            Biaya bahan habis pakai                      $ 5000

            Harga jual lagi alat                   $ 5000

 

Manakah metode kerja yang paling ekonomis, jika i = 10%  ?

(sehubungan usia proyek yang sama, maka gunakanlah metode METODE NILAI SEKARANG)

 

Jawaban

 

Metode I

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

10000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

100000

 

1

Tenaga

50000

Bahan

5000

2

Tenaga

50000

Bahan

5000

3

Tenaga

50000

Bahan

5000

Tambahan 10000

4

Tenaga

50000

Bahan

5000

5

Tenaga

50000

Bahan

5000

 

                                            PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (I) = 100000+PV(10%,5,-(50000+5000),10000)+PV(10%,3,0,-10000)

                            = 309,797.21

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (I) = 100000 + (50000 + 5000) (P/A,10%,5) + 10000 (P/F,10%,3)-10000(P/F,10%,5)

                        = 100000  + 55000 (3,7908 )+ 10000 (0,7513) -10000 (0,6209)

                        = 309.798

 

Metode II

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

 

 

1

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

2

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

3

Sewa

30000

Tenaga

55000

 Bahan

5000

4

Sewa

0

Tenaga

55000

 Bahan

5000

Tambahan 10000

5

Sewa

0

Tenaga

55000

 Bahan

5000

Tambahan 10000

 

 

                               = PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (II) = PV(10%,5,-(55000+5000),0)+PV(10%,3,-30000,0)+PV(10%,4,0,-10000)

+PV(10%,5,0,-10000)

     = 315,092.11

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (II) = 30000 (P/A,10%,3) + (55000+5000) (P/A,10%,5) +10000 (P/F,10%,4)

       + 10000 (P/F,10%,5)

                        = 30000 (2,4869) + 60000 (3,7908) + 10000 (0,6830) + 10000 (0,6209)

                        = 315.094

 

Metode III

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

5000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

110000

 

1

Tenaga

35000

Bahan

5000

2

Tenaga

35000

Bahan

5000

3

Tenaga

35000

Bahan

5000

4

Tenaga

35000

Bahan

5000

5

Tenaga

35000

Bahan

5000

 

    = PV(rate,nper,pmt,fv,type)

Nilai Sekarang (I) = PV(10%,5,-(35000+5000),5000)+110000

   = 258,526.86

 

Hitungan manual

Nilai Sekarang (I) = 110000 + (35000 + 5000) (P/A,10%,5) -5000(P/F,10%,5)

                        = 110000 + 40000 (3,7908) –5000 (0,6209)

                        = 258.527,5

 

Metode III yang dipilih karena yang paling murah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

CONTOH LAIN MENGHITUNG: NILAI SEKARANG (PV) + TH AN EKIVALEN (PMT)

 

3. Sebuah kontraktor mengerjakan kegiatan ekonomi berikut.

  • membeli buldozer Rp 325 juta
  • nilai jual lagi Rp 25 juta di tahun ke 5
  • biaya pemeliharaan dan pekerja Rp 3,5 juta per tahun
  • di tahun ke 3, 4, dan 5 ada biaya administrasi khusus Rp 1 juta per tahun
  • usia ekonomis n=5 th dan  i=12%

Hitung biaya yang harus disediakan oleh perusahaan kontraktor dengan metode

a.     tahunan ekivalen, PMT, dan

b.     nilai sekarang, PV

 

Jawaban

a.     Hitungan metode tahunan ekivalen

 

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

25 jt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Buldozer

325 jt

 

1

Pemeliharaan 3,5 jt

 

2

Pemeliharaan 3,5 jt

3

Pemeliharaan 3,5 jt

Admin

1 jt

4

Pemeliharaan 3,5 jt

Admin

1 jt

5

Pemeliharaan 3,5 jt

Admin

1 jt

 

 

Nilai sekarang dari 1 jt di th ke 3,4,& 5 = PV(12%,3,0,-1)+ PV(12%,4,0,-1)+ PV(12%,5,0,-1) = 1,91 jt

Th-1n =PMT(12%,5,-(325+1.91,25) + 3,5 jt=  90,25 jt

 

Hitungan manual

Th-an  = 325 (A/P,12%,5) + 3,5 + [1(P/F,12%,3) +1(P/F,12%,4) +1(P/F,12%,5)] (A/P,12%,5)

              – 25 (A/F12%,5)

          = 90,25 jt

 

b.     Hitungan metode nilai sekarang

Nilai sekarang = 325+PV(12%,5,-3.5,(25-1)+ PV(12%,4,0,-1)+ PV(12%,5,0,-1) = 323.32 jt

 

Hitungan manual

Nilai sekarang = 325 + 3,5(P/A,12%,5) +1(P/F,12%,3) +1(P/F,12%,4) +1(P/F,12%,5) – 25 (P/F,12%,5)

                    = 323.32 jt

 

 

MENGHITUNG : PERIODE (n) berkaitan dengan Payback Period, PP (n period, NPER)

 

4.  Saat ini Bulan Januari 2000, Saudara akan mempertimbangkan untuk mempunyai modal minimum sebesar  Rp 12 juta. Saat ini diperkirakan Saudara dapat menabung sebesar Rp. 660000 setiap bulan . Apabila tingkat bunga sekarang konstan sebesar 0,85% per bulan, maka kapan Saudara akan mempunyai modal tersebut ?

 

Jawaban:

Yang ditanyakan : nilai  n

 

 

 

 

 

 

 

Modal

12.000.000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

 

 

1

Tabungan ke 1

660.000

2

Tabungan ke 2

660.000

…dst…

 

……..

 

………

 

n

Tabungan ke n

660.000

 

 

n = NPER(rate, pmt, pv, fv, type)

   = NPER(0.85%,-660000,0,12000000,1)

   = 16.84506 bulan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hitungan manual (dengan tabel)

F = Rp.660.000 (F/A, 0.85%,n)

Coba I    Jika n = 12                F = Rp. 8.300.934

Coba II   Jika n = 15                F = Rp. 10.511.311

Coba III  Jika n = 18                F = Rp. 12.778.511

Coba IV  Jika n = 17   F = Rp. 12.016.372

Jawabannya   n = 17 bulan

Maka jika tabungan pertama pada Bulan Januari 2000, maka tabungan ke-17 jatuh pada Akhir Bulan Mei 2001 dengan nilai F = Rp 12.016.372 atau (n) = 17 bulan sejak Januari 2000)

 

 

MENGHITUNG: TK BUNGA PENGEMBALIAN (Internal Rate of Return, IRR ; i%, rate)

 

5.  Saat ini saudara akan membutuhkan uang sejumlah ±Rp 9 juta untuk membeli sepeda motor.

Terdapat bank A, B, dan C yang sanggup meminjamkan pinjaman kepada Saudara

Bank A  Bersedia meminjamkan sejumlah 9 juta dgn pengembalian 20 kali Rp 498800 setiap bulan

Bank B Bersedia meminjamkan sejumlah 9,5 juta dgn pengembalian 22 kali Rp 510150 setiap bulan

Bank C Bersedia meminjamkan sejumlah 9,25 juta dgn pengembalian 24 kali Rp 409950 setiap bulan

Saudara setuju dengan pinjaman sebesar antara  9 s.d 9,5 juta, sehingga ke 3 Bank memungkinkan untuk dipakai sebagai tempat peminjaman. Bank mana yang saudara pilih ?

 

Jawaban

Dihitung secara sederhana dengan dengan rumus P = A(P/A,i%,n)

 

Bank A :  P = 498.800 (P/A,i%,20) = 498.800 [ ((1+i)20 – 1)/(i (1+i)20)]

                                   

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

19

20

 

-9000000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

 

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

498000

 

IRR = (value1,value2,…….,guess)

IRR =

0.99%

 

 

 

 

 

 

 

Hitungan manual (dengan tabel)

Coba I   i = 1,5%         P = 8.563.717

                        Coba II   i = 1,3%        P = 8.734.964   (dicoba dari  i   besar ke   i   kecil))

                        Coba III   i = 1%          P = 9.001.122   hampir sama dgn uang pinjaman Rp 9 jt ok…

 

 

 

 

 

 

Bank B : P = 510150 (P/A,i%,22) = 510150 [ ((1+i)22 – 1)/(i (1+i)22)]

 

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

-9500000

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

 

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

510150

 

IRR = (value1,value2,…….,guess)

IRR =

1.50%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hitungan manual (dengan tabel)

Coba I   i = 2%            P = 9.008.253

                        Coba II   i = 1,5%        P = 9.499.414  (dicoba dari  i   besar ke   i   kecil))

                        Coba III   i = 1,45%                 P = 9.550.625 hampir sama dgn uang pinjaman Rp 9,5 jt ok…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bank C : P = 409950 (P/A,i%,24) = 409950 [ ((1+i)24 – 1)/(i (1+i)24)]

 

 

0

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

 

-9250000

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

 

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

409950

 

IRR = (value1,value2,…….,guess)

IRR =

0.50%

 

 

 

 

 

Hitungan manual (dengan tabel)

Coba I   i = 1,5%         P = 8.211.465

                        Coba II   i = 1%           P = 8.708.727   (dicoba dari  i   besar ke   i   kecil))

                        Coba III   i = 0,5%      P = 9.249.647  hampir sama dgn uang pinjaman Rp 9,25 jt ok…

 

 

6.      Sebuah pabrik akan meningkatkan kapasitas produksinya dengan membeli alat

Harga beli alat adalah $ 86000

Pendapatan yang akan diperoleh dengan alat tersebut adalah $ 19500 per tahun

Pajak yang harus dibayarkan sehubungan dengan produksi alat tersebut adalah sebesar $ 500 per th

Usia ekonomis alat 6 th dan harga jual lagi alat sebesar $ 6000.

Hitung IRR-nya !

 

Jawaban

 

 

Pendapatan

19500

Pendapatan

19500

Pendapatan

19500

Pendapatan

19500

Pendapatan

19500

Pendapatan

19500

Nilai jual lagi

6000

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli alat

86000

 

1

Bayar pajak

500

 

2

Bayar pajak

500

3

Bayar pajak

500

4

Bayar pajak

500

5

Bayar pajak

500

6

Bayar pajak

500

 

 

0

1

2

3

4

5

6

-86000

19000

19000

19000

19000

19000

25000

IRR    =  (value1,value2,…….,guess)

          = 10.05%

 

Hitungan manual

 

PW pengeluaran = 86000 + 500 (P/A,i%,6)

 

PW pendapatan            = 19500 (P/A,i%,6) + 6000 (P/F,i%,6)

 

0 =86000+(500-19500) ((1+i)6-1)/(i (1+i)6)-6000/(1+i)6

           

 

Coba I                          i = 15 %     nilai = 11500,86  (positif)

Coba II            i = 10 %     nilai = -136,8   (negatif)

Berarti nilai i berada di antara 15% s.d 10%

 

Jika dicoba-coba lagi nilai i berada sekitar 10,05%

                        i = 10,05 %   nilai = -6,46 

 

Jadi nilai i sekitar = 10,05%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

7.     Sebuah perusahaan penyewaan alat-alat berat melakukan kegiatan ekonomi sbb:

  • membeli 10 bh truk (1 bh truk harganya @ Rp 75 juta)
  • membeli peralatan bantu Rp 100 juta
  • di tahun ke 3 membeli 6 bh truk lagi ( Rp 75 juta per bh)
  • ongkos sopir dan teknisi Rp 0,75 juta per tahun
  • ongkos administasi Rp 1,3 juta per tahun
  • pemasukan dari menyewakan truk adalah sbb:

a.     dengan 10 bh truk (pembelian awal) mendapatkan Rp 200 juta per tahun sejak tahun pertama

b.     dengan 6 bh truk (pembelian th ke 3) mendapatkan Rp 170 juta per tahun tahun ke 4 & 5

Jika  n=5 tahun, hitung IRR-nya

 

Jawaban

 

 

Pendapatan

200

Pendapatan

200

Pendapatan

200

Pendapatan

200

Pendapatan II

170

Pendapatan

200

Pendapatan II

170

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Beli truk

750 jt

Beli alat

100 jt

 

1

Sopir 0.75 jt

Admin 1.3 jt

 

2

Sopir 0.75 jt

Admin 1.3 jt

3

Sopir 0.75 jt

Admin 1.3 jt

Beli truk

450 jt

4

Sopir 0.75 jt

Admin 1.3 jt

5

Sopir 0.75 jt

Admin 1.3 jt

 

 

 

-850

197.95

197.95

-252.05

367.95

367.95

 

IRR =

0.97%

 

 

 

 

 

 

 

 

Menghitung IRR adalah menghitung tingkat pengembalian suatu investasi yang dinyatakan dalam bentuk %. Untuk menghitung IRR maka salah satunya dihitung dengan mempersamakan Present Value (PV) Penerimaan dan PV Pengeluaran

 

PW Pengeluaran  = (10×75) jt + 100 jt + (6×75) jt (P/F,i, 3) + (0,75+1,3) (P/A,i,5)

PW Penerimaan  = 200 jt (P/A,i, 5) + 170 jt (P/F,i,4)  + 170 jt (P/F,i,5)

 

PW Pengeluaran = PW Penerimaan

(10×75) jt + 100 jt + (6×75) jt (P/F,i, 3) + (0,75+1,3) (P/A,i,5) = 200 jt (P/A,i, 5) + 170 jt (P/F,i,4) 

    + 170 jt (P/F,i,5)

 

850 jt + 300 jt (P/F,i, 3) + 2,05 jt (P/A,i,5) = 200 jt (P/A,i, 5) + 170 jt (P/F,i,4)  + 170 jt (P/F,i,5)

850 + 300 jt (P/F,i, 3) – 170 jt (P/F,i,4)  – 170 jt (P/F,i,5) – 197,95 jt (P/A,i,5) = 0

 

dengan coba-coba maka diperoleh i = IRR = 0,97%

 

 

MENGHITUNG: BREAK EVENT POINT (BEP)

 

A.  Break Event 2 kegiatan investasi 

 

8.  Pada sebuah proyek dihadapkan pada 2 alternatif dalam rangka menggerakkan air dari terowongan.

a.     Rencana A

  • membeli mesin listrik merk Philips Rp 8,5 juta
  • nilai jual lagi Rp 3 juta pada tahun ke n=5
  • biaya aliran per jam Rp 1500
  • biaya pemeliharaaan Rp 1,5 juta per tahun
  • di tahun ke 3 harus mengeluarkan biaya (investasi) tambahan) Rp 5 juta

b.     Rencana B

  • membeli mesin listrik merk SANYO Rp 10 juta
  • nilai jual lagi Rp 1 juta di tahun n= 5
  • biaya aliran per jam Rp 1500
  • biaya pekerja per jam Rp 1000
  • biaya pemeliharaan Rp 0,8 juta per tahun

Jika i=10% per tahun hitung titik BEP nya dengan grafik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban

Diasumsikan bahwa proyek ini akan menggunakan t jam per tahun, maka

 

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

3 jt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Mesin

8.5 jt

 

 

1

Pemeliharaan1,5 jt

 

2

Pemeliharaan1,5 jt

3

Pemeliharaan1,5 jt

Tambahan

5 jt

4

Pemeliharaan1,5 jt

5

Pemeliharaan1,5 jt

 

 

Nilai sekarang dari 5 jt di th ke 3 =PV(10%,3,0,-5)= 3.76

Biaya Th-an Rencana A =PMT(10%,5,-(8.5+3.76),3,0)+1.5 + 1,5 10-3  t

                                 = 4,241891 + 1,5 10-3  t

 

Hitungan manual

Biaya Th-an Rencana A = 8,5 jt (A/P,10%,5) – 3 jt (A/F,10%,5) +1,5 10-3 x t + 1,5 jt

+ 5 jt (P/F,10%, 3)(A/P,10%,5) 

                                = 4,241891 + 1,5 10-3  t     

 

 

 

 

 

 

Nilai jual lagi

1 jt

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

    0

Mesin

10 jt

 

 

1

Pemeliharaan0,8 jt

 

2

Pemeliharaan0,8 jt

3

Pemeliharaan0,8 jt

 

4

Pemeliharaan0,8 jt

5

Pemeliharaan0,8 jt

 

 

 

Biaya Th-an Rencana B = PMT(10%,5,-10,1)+0,8+2,5 10-3  t

         = 3.2742 + 2,5 10-3  t

 

Hitungan manual

Biaya Th-an Rencana B = 10 jt (A/P,10%,5) – 1 jt (A/F,10%,5) +(1,5 10-3 +1 10-3 )x t + 0,8 jt

                                = 3.2742 + 2,5 10-3  t

 

Th-an A = Th-an B

4,241891 + 1,5 10-3  t  = 3.2742 + 2,5 10-3  t

0.967691 = 1 10-3  t

 

t = 967.7 jam per tahun   dan Th-an A= Th-an B = 5,69 jt

               

Th-an B = 3.2742 + 2,5 10-3  t  ( ______ )

 

 

 

 

Titik BEP akan terjadi pada t = 967.7 jam per tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik BEP Rencana A dan B

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B. Break Event 1 kegiatan investasi 

 

9.  Sebuah pabrik sepatu mempunyai biaya-biaya sebagai berikut.

Fixed cost                = $ 100000 per bulan

Variable cost                        = $ 1,5 per unit sepatu

Revenue                  = $ 6 per  unit sepatu

Hitung berapa jumlah sepatu yang harus diproduksi per bulan agar mencapai titik BEP ?

 

Jawaban

Nilai BEP terjadi jika nilai Pendapatan = Pengeluaran

Jika setiap bulan diproduksi x sepatu, maka

Pendapatan =  6 x (per bulan)

Pengeluaran = 100000 + 1,5 x (per bulan)

 

Pendapatan = pengeluaran

6 x = 100000 + 1,5 x

x = 22222 buah per bulan   Pendapatan = Pengeluaran  = $133333

 

jadi titik BEP akan terjadi pada jumlah produksi sepatu x= 22222 buah per bulan

Jika produksi pabrik tsb kurang dari 22222 maka akan rugi dan akan untung jika di atasnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Grafik BEP produksi sepatu

 

 

 

MENGHITUNG: BENEFIT COST RATIO (BCR)

 

10.  Pemerintah Daerah Yogyakarta sedang mempertimbangkan 2 bh proyek,  Proyek Saluran Drainasi atau Proyek Perawatan Jalan. Masing-masing proyek setelah dihitung mempunyai uraian sbb:

 

Proyek Drainasi               Proyek Jalan

            Investasi awal    $ 12000                         $ 11000

            Biaya perawatan             $ 600 per th                   $ 585

            Keuntungan yg

               Diterima masyarakat

                                    $ 3900 per th                 $ 3950 per th

            dengan:

Usia ekonomis    5 th

            Tk bunga           10%

 

Berdasarkan uraian di atas maka proyek mana yang dipilih apabila menggunakan perhitungan Benefit Cost Ratio dan Present Value (NILAI Sekarang) ?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawaban

 

Hitungan dengan B/C ratio (dihitung dengan Present Value)

Drainasi      

Benefit = 3900 (P/A.10%,5) = 14347.1                 =PV(10%,5,-3900,0)

Cost = 12000 + 600 (P/A,10%,5) = 14162.88        =120000+PV10%,-600,0)

      B/C = 14347.1/14162.88 = 1.013

Jalan

Benefit = 3950 (P/A,10%,5) = 14238.98               =PV(10%,5,-3950,0)

      Cost = 11000 + 585 (P/A,10%,5) =13108.81                     =11000+PV(10%,5,-585,0)

      B/C = 14238.96/13108.81 = 1.09

Kesimpulan dipilih PERAWATAN JALAN.

 

 

 

Hitungan Present Value

Drainasi      

PV = 3900 (P/A.10%,5) – 12000 – 600 (P/A,10%,5) = 184.22

                  =PV(10%,5,-(3900-600),0)-12000

Jalan

PV = 3950 (P/A,10%,5) – 11000 – 585 (P/A,10%,5) =1130.15

                  = PV(10%,5,-(3950-585),0)-11000

Kesimpulan dipilih PERAWATAN JALAN.

 

 

MENGHITUNG: NET PRESENT VALUE (NPV)

 

11.  Suatu pabrik akan menginvestasikan suatu peralatan seharga $ 50000 dengan usia ekonomis 5 th dan nilai jual lagi 0. Adapun uraian cashflownya sbb:

 

Th ke

Pendapatan

Pengeluaran

1

27000

10000

2

26000

10500

3

25000

11000

4

24000

11500

5

23000

12000

                       

Apabila tingkat bunga 10% dan pajak 40%, hitunglah nilai Present Worth dari cashflow setelah pajak

 

Jawaban

 

Menghitung nilai depresiasi

                  Harga alat  – nilai sisa                50000  – 0

            D= —————————- = ————— = 10000

                        Usia ekonomis             5

 

Membuat tabel cash flow

 

 

Th ke

Pendapatan

Pengeluaran

Cashflow sebelum pajak

Depresiasi

D

Pendapatan kena pajak

Pajak 40%

Cashflow setelah pajak

(1)

(2)

(3)

(4) = (2)-(3)

(5)

(6)=(4)-(5)

(7)=(6)X40%

(8)=(4)-(7)

0

 

50000

-50000

 

 

 

-50000

1

27000

10000

17000

10000

7000

2800

14200

2

26000

10500

15500

10000

5500

2200

13300

3

25000

11000

14000

10000

4000

1600

12400

4

24000

11500

12500

10000

2500

1000

11500

5

23000 + 0

12000

11000

10000

1000

400

10600

                       

 

                        Nilai sisa

 

 

Nilai NPV =NPV(10%,14200,13300,12400,11500,10600)-50000= -2346,5

 

Nilai NPV = -50000 + 14200(P/F,10%,1) +13300(P/F,10%,2) + 12400(P/F,10%,3) + 11500(P/F,10%,4)

+ 10600(P/F,10%,5)

               = -2346,5

 

Jadi pengadaan peralatan tersebut adalah MERUGI.

 

Good luck…

 

HOME WORK

 

Kerjakan soal-soal berikut dengan ringkas dan benar

1. Pemerintah Daerah Pekanbaru sedang mempertimbangkan 2 bh proyek,  Proyek Saluran

    Drainasi atau Proyek Perawatan Jalan. Masing-masing proyek setelah dihitung mempunyai

    uraian sbb:

Proyek Drainasi             Proyek Perawatan Jalan

            Investasi awal               $ 12800                         $ 11800

            Biaya perawatan            $ 600 per th                   $ 585

            Keuntungan yg

               Diterima masyarakat

                                                $ 3990 per th                 $ 3950 per th

dengan:

Usia ekonomis             5 th

Tingkat suku  bunga    10%

 

Berdasarkan uraian di atas maka proyek mana yang dipilih apabila menggunakan perhitungan Benefit Cost Ratio (dihitung dengan Present Value / PV) ?

 

mikro ekonomi

MIKRO EKONOMI

CONTOH SOAL :

Dik:

M  =  1.000

Px  =  40

Py  =  20

Dit  berapa unit x , y  yang  dibeli    ket :          =  Lamda

                                                                                =  Alpha

                                                                                =   Beta

JAWAB:

L     =  x  . y  +         ( M – P x . x  –  Py . y )

L     = x .  y   +         ( 1000  –  40. X  –  20 . y )

               D L   =  Y  –  40                                 Y  =  40

               D x

               D L   =  x  –  20                                 x  =  20 

               D y

                D L   =   1000  –  40 x  –  20  y

                D    

L   =  x . y  + 1000       –  40 x .         –  20  y .

                       1-1                     1-1

D L     =  1 . x      y  –  1 .  40 x .

Dx              0                    0

           = 1 x     y  –  40 . x .

           =  y  –  40

                           1-1             1-1

DL       =  1. X  y  –   1 .  20 y .

DY                 0                   0

           =   x. Y   –   1 . 20  Y.

           =   x . 1  –  20  .  1 .

           =  x  –  20

                                1-1                      1-1                    1-1

DL      =  1 .  1000        –  1 .  40 x . x    –   1 . 20  y  x 

D      

           =  1000  –  40 .x  –  20 y

           =  1000 . 40 (20      )  –  20 ( 40       )

           =  1000 –  800       .  800                                          y       50                                    x = 40 (12,5)= 500

           =   1000                                                                                                                      y = 20 (25)    = 500                                     

                1600                                                                                             Y=50-2x          M = 1000

JADI LAMDA             =    0, 625

MAKA  :     X   =  20 .                                                         25                              E  (12,5  ,  25 )                                 

                        =   20 . ( 0.625 )

                   X   =   12,5

                   Y   =   40 .

                        =  40 . ( 0,625 )                                             0                        12,5                    25           x

                   Y   =  25

PERGESERAN  BL

Garis Anggaran

y    50                                                     y                                                                 y         100       BL

            BL         Px    (naik)                   50                   Py      (turun)                     50                              M     (naik)

                         Py    (turun)                                       BL      Py       (naik)                                           M     (turun)

 
   

 

 

 0                  25          x                             0                      25      x                              0                      25       50    x

   PX      ,   M     ,    PY                             PX      ,   M   ,    PY                                     PX     ,     PY     ,     M

 

PEMBUKTIAN  ( KASUS  I )

M     =   1000

Px    =   40

Naik  Px  = 80              y  =  1000  –    80

                                                 20         20

                                          =   50  –  4 x    ,   x= 0            y= 50

                                                                     Y= 0            x = 12,5

Py    =   20

                           ( KASUS II )

Py    =  20

Naik    Py  =  40            y  =   1000 –  40 x

                                                  40        40

                                           =   25  –  x      ,  x = 0             y = 25

                                                                    Y = 0              x = 25

                            (  KASUS  III )

M  =  1000  naik jadi    M = 2000

Maka   y =  2000  –  40 x

                       20       20

            Y  =  100 .  2 x    ,   x = 0              y = 100

                                            Y = 0              x =  50

Contoh Soal :

DIK :

M = 1000

Px = 40                                  X = 12,5

Py = 20                                  y = 25

M  ,  Py  ,  Px       turun 50 %    (  40  jadi  20  ) , 40 %  pendapatan digunakan untuk beli barang x sisa-

nya untuk beli barang y

DIT : – Tentukan besarnya x dan y

         -Gambarkan grafik dan turunkan kurva permintaan barang x

JAWAB :

Y  =  1000  –  20 x

           20       20

 y   = 50  –  x      ,    x =  0             y = 50

                                y = 0              x = 50

Maka untuk :       x         40 % X 1000   =   400   =   20

                                                                         20

                               Y         60 % X 1000   =   600   =  30

                                                                         20

      Y                                                                             y                                  D

      50

                                                                                     40                                            D

      30

      25                                                                          20

                                                                                                                              

       0         12,5  20  25      50  x                                  0               12,5    20                   x

 

 

 

 

MIKRO EKONOMI                                                                                    Biaya

TEORI BIAYA

Biaya atas dasar triwukan ada : 1. Pendek dan 2. Panjang                                              tidak tergantung

1. Pendek                                                                                                                                                                 FC

a.FC = Fixed Cost / Biaya Tetap                                                                                             BIAYA PRODUKSI

b.VC = Variable Cost / Biaya yang Berubah – rubah                                    0                                                Q

        D                 Neraca              k

        AT                                               PL

-Gedung                             MA

-Mesin                                               PJP

-Tanah

        AL                                MS

GEDUNG disebut Penyusutan (Depresiasi) karena ada Masa / Pakai / Umur

Yang disebut Biaya tetap adalah :

      DEPRESIASI

      GAJI

      ASURANSI

Contoh Metoda Penyusutan yaitu : Mesin masa/pakai/umurnya 10 Thn jadi Tahun ke 11 harus diganti

Oleh karena itu menurut Metode Garis Lurus (GL)  :    10 Juta = 1 juta ( Dianggarkan )

                                                                                                  10 Thn

Yang termasuk Biaya Berubah – rubah adalah :

ü  Listrik =  Variable

ü  Air

ü  Bahan baku (BB)

ü  Bahan Bakar Minyak (BBM)

ü  Upah

ü  Bahan  Penolong (BP) = tergantung biaya produksi,Variable ini mengikuti besarnya Output

Contoh : Kain sbg Bahan Baku dengan outputnya jadi Celana Panjang

                 Memerlukan 1.25 meter kain untuk 1 bh celana panjang jadi bila buat 100 celana panjang

                 Dibutuhkan katn sepanjang 1250 m

                 Upah : – Jam / Waktu dan tentunya

                             -Hasil Pekerjaan

                 Adanya Stok adalah untuk kelangsungan PRODUKSI

   Biaya

                                  VC

TOTAL COST = VARIBLE COST + FIXED COST

TC = VC + FC atau

TC = FC + VC

VC = TC – FC  Jadi selisihTC danFC adalah  VC     

JANGKA PENDEK:

COST                                                    TC

(biaya)                            

                                                                          VC

                                                                              

                                                                           FC

                       

                0                                                         Q

 TC      =      FC       +        VC

  Q                Q                   Q

 

 AC     =    A   FC     +    A  VC

Ket:  A ( AVERAGE )  =  RATA – RATA                        , MC = Marjinal Cost adalah : perubahan biaya akibat

Sehingga :             TC                     d  TC                                                                            perubahan Output

                                 Q                     d  Q

JANGKA PANJANG:

Dalam jangka panjang semua Biaya adalah : VARIABLE

Setiap perusahaan baru berdiri selalu ada Daur Hidup Produk ( DHP )

1. RUGI                      dalam tahap perkenalan karena mencari pelanggan / konsumen

2. TUMBUH               nantinya bisa perluasan / dalam jangka panjang bisa menambah perluasan

3. DEWASA

4. PENURUNAN

ANALISA  BEP ( BREAK EVERT POINT )   =   tidak untung dan tidak rugi

Pengertian balik modal adalah :  LABA  =   Penjualan  –  Biaya

Dimana Penjualan  =  TR   (  TOTAL REVENUE / TOTAL PENERIMAAN  ) , Sehingga :

 Penjualan  =     Harga    X   Quantitas

Atau    TR    =     P          X       Q

Dimana    P  =  Harga  Jual

                 O  =  Output  

Maka : Laba = Penjualan  –  Biaya

                  O  =    P X Q  –  (  FC+ VC )

                O  =  P X Q  –  (  FC +  VC )

Atau       O   =  TR  –  TC

Sehingga untuk BEP :

               TR  =   TC

              PXQ = FC + VC X Q

             PXQ –  VC XQ  = FC

             (P – VC ) Q     =   FC

               Q   =   FC                       BEP

                         P- VC

CONTOH SOAL :

DIK :

FC  =  1.000.000

VC      unit   =  4.000

P         unit   =  6.000

DIT  :    Berapa Q  BEP

JAWAB :

BEP /  unit   =   1.000.000     =     1.000.000    =   500 Buktikan pada Q = 500 unit ,  Laba = 0 (nol)

                         6.000- 4.000            2.000

PEMBUKTIAN  :   P XQ  =  FC  +  VC  X  Q

                        6.000 X (500)  =  1.000.000 + 4.000 X (500)

                            3.000.000    =  1.000.000  + 2. 000.000

                             3.000.000   =   3.000.000

                                         TR    =    TC 

                 COST                                         TR                        TR  >  TC  =  LABA

 
   

 

 

                                                                                TC

 

               3 Juta            BEP

                1 Juta                                                          FC

 
   

 

 

                         0                   500                                Q

                                          Q  BEP

                TR  <  TC  =  RUGI

                           400                            600

                    RUGI  Rp 200               LABA  Rp  200

                CONTOH SOAL :

                                        TR         =          TR

                               6  X   Q          =      300  +  6,5  Q  –  0,01 Q2

                BERAPA  Q BEP

                                                 C          b                  a

               JAWAB   :   6 XQ – 300 – 6,5 . Q  +   0,001 .  Q2

                                  -300  –  0,5 . Q  +  0,01 Q2   =  0

                          Q        =   -b       b2  –  4.a.c

                            1.2                    2. A

                                     =  0,5 +      (-0,5) – 4(0,01) (-300)

                                                        0,02

                                     =  0,5 +        0,25  + 12

                                                         0,02

                                     =  0,5 +         12,25

                                                     0,02

                                     =  0,5 +    3,5       

                                               0,02

                 JADI :  Q       =    0,5  +  3,5    =      400     

                                 1              0,02                0,02

                                      =   200

                             Q      =     0,5  –  3,5     =   – 300

                                2                0,02              0,02

                                      =   150     (  berarti gugur )

                SEHINGGA :   6 (200)    =   300 + 6,5 (200) –  0,01 (200)

                                          1.200     =   300 + 1.300  –  400

                                          1.200     =    1.200

                                   

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!