Skip to content

KEWARGANEGARAAN PANCASILA PENGERTIAN POKOK PANCASILA

September 8, 2012

 

Untuk mengetahui dan memahami latar belakang pemberian nama PANCASILA terhadap Ideologi

Bangsa INDONESIA maka kita berkewajiban untuk memabahas pengertian PANCASILA  tiga pende

katan yaitu :

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA ETIMOLOGI yaitu :

Dari sudut pandang tata bahasa bahwa Pancasila berasal dari bahasa SANSEKERTA , Panca artinya:

Lima dan Sila artinya: Dasar,istilah Pancasila itu sendiri adalah merupakan salah satu ajaran dari –

Agama Hindu yang menyangkut tentang ajaran moral yang meliputi lima larangan atau yang di –

Kenal dengan istilah INTERNASIONAL yaitu: FIVE MORAL PRINSIPLES atau lima aturan bertingkah

Laku berupa:

1.Dilarang mencabut nyawa orang lain (membunuh)

2.Dilarang mengambil barang orang lain (mencuri)

3.Dilarang menggauli istri/ suami orang lain (berzinah)

4.Dilarang meminum minuman keras (mabuk)

5.Dilarang makan candu/ madat (narkotika)

Ajaran Pancasila ini terdapat didalam kitab suci agama Hindu yaitu: WEDA

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA HISTORIS

Bahwa pada tanggal 1- Juni – 1945 Ir SUKARNO berpidato tanpa tek dihadapan siding BPUPKI dan

pada kesempatan itu Ir SUKARNO mengusulkan tentang rancangan  dasar Negara yang terdiri dari

lima Azas dan pada akhir menutup pidatonya juga diusulkan agar dasar Negara Indonesia pada saat

nya nanti diberi nama: PANCASILA , yaitu: yang berasal dari bahasa SANSEKERTA ; atas usulannya –

ini sidang BPUPKI secara serempak menyetujuinya

  1. PENGERTIAN PANCASILA SECARA TERMINOLOGIS

Bahwa di negara Indonesia pernah diberlakukan 3 undang- undang dasar yaitu:

a.Dari tanggal 18- Agustus – 1945  s/d  27 – Desember – 1949 berlaku UUD 1945

b.Dari tanggal 27 – Desember – 1949  s/d  19 – Agustus – 1950 berlaku Konstitusi RIS

c.Dari tanggal 19 – Agustus – 1950  s/d  5 – Juli – 1959 berlaku undang-undang dasar sementara

   tahun 1950

d.Tanggal 5 – Juli – 1959 hingga saat ini berlaku  UUD 1945

Didalam ketiga undang-undang dasar tersebut diatas yaitu:

Didalam Pembukaan/ Mukadimahnya/ Konsiderannya terdapat rumusan dan susunan sila-sila –

Pancasila walaupun satu sama lain berbeda

KEDUDUKAN DAN FUNGSI PANCASILA

Diera orde baru kedudukan dan fungsi Pancasila membudaya dikalangan masyarakat sehingga men

Capai 10 pengertian, namun apabila kita analisa kedudukan dan fungsi Pancasila pengertiannya –

Dapat disimpulkan menjadi 2 pengertian kedudukan dan fungsi Pancasila yaitu:

1.Kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai dasar Negara yang didalam hal ini Pengamalannya ber

   sifat Obyektif terkait dengan ketentuan perundang- undangan yang berlaku dan mengandung  -

  sanksi hokum terhadap siapapun yang melanggarnya; dalam kedudukan ini Pancasila merupakan

  sumber dari segala sumber hokum

2.Kedudukan dan fungsi Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa yang didalam hal ini pengamal

   annya bersifat Subyektif tergantung kepada Individu masing- masing dan tidak mengandung –

   sanksi Hukum

   CATATAN :

   Walaupun sifat pengamalan dari pengertian kedua kedudukan dan fungsi Pancasila satu sama –

   lain berbeda maka kepada setiap warga Negara Indonesia diwajibkan untuk secara bertanggung

   jawab mau dan mampu mengamalkan nilai- nilai yang terkandung didalam Pancasila

PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM FILSAFAT

Filsafat berasal dari bahasa Yunani yaitu: FILOSOFIA yang memiliki asal kata Filos yang artinya –

Cinta dan Sofia yang artinya Kebijaksanaan; secara Harfiah FILSAFAT adalah: Cinta kebijaksanaan

Dan ataupun Cinta kepada Ilmu Pengetahuan

SISTEM adalah: Suatu kesatuan bagian- bagian yang memiliki fungsi- fungsi sendiri, yang saling –

ketergantungan dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang dalam hal ini adalah: tujuan Sistem

Pancasila sebagai suatu sistem Filsafat bahwa Pancasila terdiri atas bagian- bagian yaitu: sila- sila Pancasila dimana setiap sila pada hakekatnya merupakan suatu azas sendiri, fungsi sendiri, namun

secara keseluruhan merupakan suatu kesatuan yang Sistematis atau dengan kata lain Pancasila –

merupakan : Satu kesatuan sistem yang bulat dan utuh serta merupakan suatu TOTALITAS

Didalam mempelajari Filsafat sebenarnya sangatlah mudah karena setiap manusia didalam kehidup

annya tidak dapat melepaskan diri dari kegiatan BerFilsafat, dalam hal ini dapat kita simak tentang

cara berfikir FILSAFAT

1.Bila orang berpendapat bahwa dalam hidup ini Material yang Esensial dan mutlak maka orang –

   tersebut memiliki Filsafat MATERIALISTIS

2.Bila orang berpendapat bahwa kebenaran pengetahuan sumbernya adalah: Rasio maka orang –

   tersebut berFilsafat RASIONALISME

3.Bila orang berpendapat bahwa kenikmatan, kesenangan dan kepuasan lahiriah yang terpenting

   didalam kehidupannya maka orang tersebut berFilsafat EDONISME

4.Apabila orang berpendapat bahwa kebebasan Individu dalam hal ini manusia sebagai makhluk

   Individu yang bebas maka orang tersebut berFilsafat INDIVIDUALISME LIBERALISME

5.Apabila orang berpendapat bahwa dalam hidup ini yang terpenting adalah: mengaplikasikan –

   Nilai Religius, nilai Kemanusiaan, nilai Persatuan, nilai Kerakyatan dan nilai Keadilan Sosial maka

   Orang tersebut berFilsafat PANCASILA

PANCASILA SEBAGAI SUATU SISTEM ETIKA

Bahwa apabila kita berbicara Etika maka pokok bahasannya adalah: Sekitar nilai- nilai yang bersifat

Susila atau tidak Susila

NILAI adalah Konsepsi ABSTRAK yang ada dalam diri manusia tentang apa yang baik dan apa yang

tidak baik, apa yang benar dan apa yang tidak benar,apa yang indah dan apa yang tidak indah serta

apa yang Religius dan apa yang tidak Religius

Prof NOTONEGORO membagi nilai menjadi 3 macam yaitu:

1.Nilai MATERIAL yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia

2.Nilai VITAL yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melaksanakan kegiatan

3.Nilai KEROHANIAAN yaitu:

    Segala sesuatu yang berguna bagi Rohani Manusia

Selanjutnya nilai kerohanian dibedakan menjadi:

  1. Nilai kebaikan yang berasal dari unsur Kehendak
  2. Nilai kebenaran yang berasal dari unsur Perasaan
  3. Nilai keindahan yang merupakan unsur Estetika
  4. Nilai Religius yang merupakan nilai tertinggi dan mutlak serta tergantung kepada keyakinan

Individu masing- masing

Nilai perlu ditegakkan dan didalam hal inilah kita mengenal adanya 2 norma yaitu:

1.Norma MORAL yang terdiri dari :

       1. Norma AGAMA

       2. Norma KESUSILAAN

       3. Norma KESOPANAN

2.Norma Hukum yaitu:

    Ketentuan perundang- undangan yang berlaku disuatu Negara dalam hal ini Negara Indonesia

KESIMPULAN :

Bahwa nilai dalam PANCASILA memberikan dasar- dasar yang bersifat FUNDAMENTAL dan UNIVERSAL

bagi manusia dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara

Pancasila sebagai bahan dasar dan etika kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

 

About these ads

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: